Yang Baru Mau Pertama Kali Belanja di Lotte Mart Wholesale Baca Ini!

Update 28 Juli 2017 :

Setelah mendapatkan dua komen “galak” (lihat di kolom komentar) dan mungkin makin banyak komen “galak” lainnya, saya akan coba kasih tambahan penjelasan ya. Tulisan ini tidak berusaha memojokan Lotte Mart Wholesale, saya hanya menyampaikan kejadian yang alami dan poin pembelajaran dari situ (lihat paling bawah). Emang saya kurang update jadi gak tau aturan “unik” yang ada di Lotte, ya bilang aja saya Ndeso :p
Setelah kejadian ini saya gak pernah ke Lotte lagi, jadi gak tau deh perkembangannya apakah sudah lebih informatif atau belum sejak kejadian ini. Btw ini 2 tahun yang lalu loh. Jadilah pembaca yang cerdas dengan melihat tanggal tulisan :p.

 

Mungkin saya yang kurang gaul atau memang Lotte Mart Wholesale memang “unik“. Tulisan ini semata-mata berharap jika Anda belum pernah kesana, maka tidak perlu mengalami kejadian seperti yang saya alami. 🙂

Atas pesan di whatsapp dari istri tercinta, saya menawarkan diri untuk membeli bahan-bahan yang kurang untuk pembuatan Kue Lontar Lestari. Sedikit sih cuman coklat. Karena rute pulang kebetulan lewat Lotte Mart Wholesale dan belum pernah berbelanja disitu, maka diputuskanlah untuk mampir. Parkir gratisnya pun menggoda sih 😛

Seperti pada umumnya tempat belanja hypermarket/supermarket, jika kita bawa barang dari luar maka dititipkan di penitipan barang. Karena saya bawa laptop jadinya saya minta izin untuk dibawa saja. Aturan disini resleting tas kita diberi semacam gembok, mungkin maksudnya biar tidak membawa barang dari dalam untuk dimasukan ke dalam tas. Oke, nice ini aman bagi pihal Lotter walau agak ribet untuk customer.

Masuk ke area perbelanjaan seperti masuk ke dalam gudang yang sangat besar. Gudang, iya gudang, karena stock inventory diletakan dalam rak-rak super besar. Di bagian bawah barulah display dari produk-produknya. Dalam hati, kalau terjadi gempa atau salah taruh barang, kepala nih resikonya, bisa terkubur dus-dus barang yang jatuh dari bawah.

Setelah mencari-cari ke beberapa lorong, didapatlkan barang yang saya ingin beli. Nah mulai dari sini pengalaman “unik” saya rasakan. Masuk ke area kasir saya ditanya dengan ramah oleh petugas kasir.

Petugas Kasir : “Ada kartu membernya?”

Saya : “Ga ada”

Petugas Kasir : “Harus dengan kartu member Pak, kalau tidak ada tidak bisa transaksi”

Saya : #$@##@$^#& ***plongo***

Petugas Kasir : “Daftar aja dulu, gratis kok”

Saya : *masih agak mengerenyitkan jida “Daftarnya dimana?”

Petugas Kasir : “Di informasi sebelah situ”

Saya pun bergegas kesana, ke meja informasi yang katanya tempat pembuatan kartu member.

Saya : “Mba, kok ga ada pemberitahuan sih harus pake kartu member?”

Petugas Informasi : “Ada kok Pak di depan”

Saya : *mengisukan jidat *okelah mungkin saya kelewat baca “Oke mungkin saya kelewat”

Dan liat ini, di depan pintu masuk cuman ada informasi ini, kirain beneran ada tulisan semacam “Untuk Transaksi harus buat member card terlebih dahulu”


Dan proses pembuatan kartu member pun dilakukan. Syaratnya harus KTP Bogor. Waduh, kebayang kalau orang diluar Bogor mau belanja ga bisa dong ya. -_-‘

Beres kartu dibuat saya kembali ke kasir yang sudah berbaik hati menyimpankan barang belanjaan saya. Kemudian setelah scan barang saya, notanya pun jadi, saya diberi nota faktur penjualan + faktur pajaknya. Terus barang saya “dibegitukan” saja.

Saya : “Ga ada kantung ya mba?”

Petugas Kasir : “Disini memang ga menyediakan kantung plastik, kalau mau ada dus, disini memang ‘unik’ sih Pak”

Saya : **memandang nanar sama gembolan dan ga kebayang kalo ga bawa tas padahal saya pake motor** yanasiiib…

Saya pun bergegas pulang, logika saya jika diberikan “gembok” di tempat awal, harusnya dibuka di tempat yang sama. Lumayan memutar jalan ke tempat awal penitipan barang tadi dan sampai disana saya diberikan pengalaman unik lainnya.

Petugas Penitipan : “Pak, untuk membukanya di tempat informasi”

Saya : **Ya Allah, kenapa ga dibilang sih *ngooook

Dengan gondok luar biasa saya pun harus kembali ke tempat informasi tadi sambil ngedumel, kenapa ga dibilang sih. Dan setelah dibuka “gembok” tas saya lalu saya pun menyampaikan komplain atas “keunikan” yang saya alami saat berbelanja pertama kali di Lotter Mart Wholesale melalui form keluhan yang tersedia tidak jauh dari situ.

Karena penasaran sama keunikannya, saya pun googling, ternyata kebijakan tanpa kantong plastik itu sudah diberlakukan sejak namanya masih Makro. Dan baru tau juga kalau Lotte Mart Wholesale ditujukan untuk pembeli borongan, istilahnya ini supermarketnya grosiran dan semuanya serba melayani sendiri. Saya jadi ingat pas pulang ada sekumpulang ibu-ibu berebut lakban untuk melakbani dus-dusnya.

Oke, ini mungkin saya yang kurang cari informasi atau apa ya, menurut saya sih jika memang “unik” sebaiknya para pegawainya bisa menyampaikan informasinya dengan baik sehingga pengalaman belanja seseorang tetap terjaga baik. Kasarnya “manaketehe situ punya aturan kayak gitu, informasinya aja kurang, pegawainya aja ga informatif”.

Jadi kesimpulan yang saya dapat setelah berbelanja unik di Lotte Mart Wholesale adalah :

  1. Lotter Mart Wholesale ditujukan untuk pemborong partai besar, kalau beli dikit mending ke Giant/Alfamart/Indomaret/Alfamidi dan supermarket/minimarket lainnya deh. Ga rekomended untuk pembeli kelas kecil.
  2. Kalau situ pemborong atau di bisnis horeka, beli disini akan menguntungkan, soalnya faktur pajak penjualannya bisa direstitusi.
  3. Kalau ga punya KTP sekota, jangan harap bisa bertransaksi, siapkan KTP sekota!
  4. Hati-hati kepala, di area beli yang seperti masuk ke dalam gudang, bisa aja apes ada barang jatuh dari atas. Kalau perlu pake helm kali ya 😀
  5. Saran untuk manajemen, perlu training lagi pegawainya agar informatif mengingat aturan belanja disini ga biasa aliat unik dibandingkan dengan kompetitor.

Semoga tulisan saya bisa memberi pencerahaan buat yang mau belanja pertama kalinya di Lotte Mart Wholesale.