Suara Lainnya – Reza, Lukman, Uki dan David

Suara Lainnya

Grup band Peterpan yang sekarang sudah berganti nama dengan nama baru Noah ga perlu diragukan lagi kiprahnya di belantika industri musik Indonesia. Berbagai penghargaan membuktikan Noah adalah satu dari sekian banyak band yang diterima dengan sangat baik oleh masyarakat.

Tiga tahun lalu ketika Ariel tersandung kasus band ini sempat vakum. Namun di ujung masa tahanan Ariel, teman-teman lainnya yaitu Uki, Lukman, David, Reza membuat album instumental berjudul Suara Lainnya. Ini yang ingin dibahas kali ini. šŸ˜€

Sebagai salah satu penikmat musik Noah, menikmati album ini seperti melihat Noah dalam kapasitas membuktikan diri bahwa mereka jika mau bisa saja membuat musik yang Ā berkualitas karena cukup banyak orang berpendapat bahwa musik mereka kurang berkualitas.Mungkin alasan tepat adalah Noah punya musik sendiri yang mudah diterima telingan siapa saja dari anak kecil sampai orang tua. Album Suara Lainnya memang benar-benar beda, setiap lagunya bisa diinterpretasikan berbeda-beda oleh setiap pendengarnya. Dan ini versi saya. šŸ˜€

  • Di Atas Normal – Nuansa orkestra dimulai dari dentingan piano. Serasa Erwin Gutawa arrangernya.
  • Cobalah Mengerti (feat Momo Geisya + Henry Lamiry) Ā – Musik aslinya agak ngebeat dan ngerock, tapi disini diaransemen ulang menjadi sedikit balad. Suara Momo yang lembut apik ngeblend banget sama dentingan piano. Suka! Dan sayatan Henry Lamiry bener-bener juara.
  • Kota Mati – Nuansa orkestra kembali, kaya dengerin karya arranger profesional macam Adi Ms, Erwin Gutawa.
  • Sahabat (feat Karinding Attack) – Ini favorit saya banget. Karinding Attack yang membawakan instrumen sunda bener-bener bikin lagu ini beda. Tradisional diblend dengan musik modern dengan pencampuran yang pas. Keren banget, mengankat alat musik tradional yang ternyata kece banget di lagu modern.Ā 
  • Walau Habis Terang – Kualitas. Lagu ini sangat jazzy sekali. Pejamkan mata, lalu dengarkan, maka terbayang kita sedang duduk disebuah kafe diiringin band yang sedang memaikan musik jazz. Cozy dan rileks terasa di lagu ini.
  • Di Belakangku (feat Karinding Attack) –Ā Karinding Attack disini ga menonjolkan sisi Sunda-nya, justru sulingnya lebih tepat kalau disebut musik padang. Unsur etniknya sangat terasa membuat lagu ini diaransemen dengan beda dari musik aslinya.
  • Melawan Dunia –Ā Mungkin rockestra kali ya, efek gitar di awal lagu agak sedikit urakan, tapi setelahnya menjadi orkestra yang megah. Aransemen sayatan biola yang sahut-sahutan membuat lagu ini jadi megah.
  • Langit Tak MendengarĀ – Unsur jazz lagi yang kedua di album ini tapi berbeda jenis dengan lagu Walau Habis Terang. Banyak menonjolkan pianonya David. Perkusinya bikin apik.
  • Taman Langit (feat Idris Sadri & Henry Lamiry)Ā – Duet maestro violin tanah air dihadirkan disini bikin siapa pun yang mendengar aransemen lagu ini merinding. Dahsyat banget. Nuansanya agak gelap, gloomy. Suka endingnya, epic!
  • Bintang di SurgaĀ – Kembali nuansa orkestra yang megah. Aransemennya membawa pendengan naik turun. Saya sih bayanginnya kaya sound tracknya Final Fantasy, membayang kan ada seorang tokoh jagoan perlahan-lahan membuka mata, melihat bumi sekitarnya hancur, lalu mulai teringat apa yang terjadi sebelumnya, melewati pertarungan-pertaurangan sampai titik darah penghabisan. Cocok banget untuk menjadi back sound game petualangan. Musiknya epic.
  • Dara (Bonus Track)Ā – Ini rekaman yang dibuat Ariel selama di penjara. Kaya menyadarkan kembali musik Noah yang biasanya. Jadi agak kebanting sih dari lagu-lagu sebelumnya yang penuh aransemen rumit.

Masuknya David ke band ini membawa pengaruh yang sangat kuat. Sekali lagi album Suara Lainnya merupakan pembuktian kapasitas band ini agar tidak dipandang remeh. Kayaknya belum ada deh band lain yang bisa bikin aransemen sendiri untuk musik orkestra. Saya sih curiga David otak dibalik ini semua. Best album, Noah!!