Movie Review : Deadpool #Menulis29Hari #Hari10

Lagi-lagi #latepost :p

Saya sudah aware tentang film Deadpool ini sejak beberapa minggu yang lalu dari forum Kaskus. Disitu banyak sekali yang membicarakan Deadpool, tentang filmnya, tentang sejarah dan karakternya. Sedikit-sedikit saya jadi tahu jauh hari sebelumnya siapa sih Deadpool ini.

Deadpool dibilangnya sih salah satu Villian dari komik Marvel. Oke, kita belok kiri sedikit. Buat yang belum tau di Amerika boleh dibilang ada dua mahzab besar dalam dunia perkomikan. Dua mahzab itu yaitu Marvel dan DC komik. Mahzab ini jadi semacam memiliki dunia masing-masing yang diisi oleh hero-hero mereka. Dunia, err..bumi, kan ada satu. Ga mungkin kan hidup bareng-bareng, jadi mereka menciptakan duninya masing-masing, DC dengan para heronya dan Marvel dengan para heronya. Selanjutnya gooling sendiri :p. Oke ga tega, contohnya Marvel itu spiderman, ironman, dan banyak tokoh x-men. Sedangkan DC komik punya Batman, Flash, dll. Duh takut ketuker.

Kembali ke Deadpool. Nama aslinya Wade Wilson, mantan prajurit khusus Amerika. Lalu memutuskan tetep jadi penjahat untuk penjahat yang lebih jahat. Oke, untuk mengerti kalimat itu kalian harus nonton filmnya. Deadpool gak mau disebut hero dan gak mau jadi hero. Villian kan penjahat, tapi aslinya ga jahat-jahat amat sih.

Deadpool punya kekuatan dari hasil eksperimen ilmuwan yang memutasikan gen-gen tubuh seseorang. Salah satu yang dapat tawarannya ya si Wade Wilson ini. Kekuatan utamanya adalah ga akan bisa mati karena dia bisa menyembuhkan lukanya sendiri. Bahkan kayak cicak, kalau ekornya diputus, bisa tumbuh kembali. Begitu juga Deadpool. Kalau ada bagian tubuhnya yang terpotong, bagian tubuhnya itu akan tumbuh lagi. Hmm..gak tau deh klo otaknya. 😛

Di film pertamanya ini bercerita tentang asal muasail Deadpool dan akhirnya pembalasan dendamnya ke orang yang membuat dia jadi Deadpool yang bernama Francis. Endingnya, happy. Wade Wilson aka Deadpool bisa bersatu kembali dengan pacarnya setelah terpisah karena Wade Wilson yang terkena cancer memutuskan pergi dari Vanessa, pacarnya.

Lucunya dari karakter ini adalah “bacot”nya yang super lucu. Komentar-komentar dan kelakuannya bikin penonton satu bioskop ngakak. Makanya Deadpool terkenal dengan merch with mouth. Belum dapet sih artinya merch apaan. Dan selain itu dia bisa seakan-akan bicara ke penonton baik di komik maupun di filmnya. Misalnya salah satu scene dia mau membunuh orang yang merekrutnya untuk join di eksperimen mutant itu. Dia bicara ke kamera “Penonton jangan liat ya”. Lalu kameranya diarahkan ke kiri dan dia membuhun tanpa disaksikan penonton.

Tuh liat posenya, seenaknya!

Filmnya penuh kekerasan dan ada adegan seksual. Jadi sangat disarankan jangan bawa anak kecil dan anak remaja untuk nonton film ini. Pas saya nonton, ada anak kecil yang ikut nonton bareng orangtuanya. Oke ini bukan hero-hero biasanya, setiap pembunah di Deadpool dibuat seakan-akan biasa aja dan menyenangkan. Jadi kebayangkan bahayannya buat anak-anak dan remaja labil. Salah satu film yang harus ditonton karena Deadpool bukan hero dan bukan juga penjahat. 😀