Q n A : Gimana rasanya punya anak 2 cewek cowok ?

This is my answer Bong

Berawal dari sebuah keisengan di Twitter akhirnya saya mendapatkan pertanyaan yang seru juga dibahas. “Gimana rasanya punya anak 2 cewek cowok”, sebuah pertanyaan dari Arif Setiawan. Dia ini junior di kampus yang sempet kerja bareng dulu bikin siswo ITTelkom, entah aplikasinya masih dipake atau engga, yang jelas dulu dia yang bikin aplikasinya dan saya yang bikin database-nya.

Ide-nya sih karena saya keabisan ide untuk dibahas. Daripada posting sesuatu yang gak ada pembacanya lebih baik buat sebuah tulisan yang pembacanya pasti ada satu, iya satu aja cukup. Hahahaha

Kembali ke pertanyaan. Betul saya punya anak 2 dan syukurnya sepasang, yang pertama perempuan dan yang kedua ini lelaki. Orang bilang lengkap sudah, gak sedikit juga yang punya anak lelaki aja atau sebaliknya punya anak perempuan aja.

Saya ingat betul hari dimana Ibu Uun (istri saya) dengan ekspresi muka sumringah datang ke kamar pulang dari kamar mandi dan setengah berteriak dia bilang.

“Aku hamiiiil” sambil menunjukan hasil test pack.

Saya yang masih tiduran di kamar cuma tetap tiduran dan tidak terlalu bersemangat tapi tetap berusaha tersenyum. Saat itu rasanya senang, tapi tidak terlalu karena sebenarnya kehamilannya tidak begitu direncanakan. Jadi jarak antara sudah nikah dan hamil ini kurang lebih 6 bulan sedangkan saya inginnya sih satu tahun. Ya sudah dijalani saja.

Singkat cerita, minggu kehamilan ke sekian terungkaplah jenis kelamin sang jabang bayi. Kami tak bertanya ke dokter tapi dokternya yang inisiatif memberi tahu. Kabarnya bayi ini berjenis kelamin perempuan.

Ada sedikit rasa “yaaah” karena dalam hati inginnya anak lelaki dulu baru anak perempuan. Itulah, ekspektasi itu tidak baik karena jadinya seolah-olah kecewa, padahal disisi lain banyak orang yang ingin anak perempuan. Sebenarnya perasaan saat itu lebih ke “gimana ya kalau anak kedua juga perempuan” karena keinginan yang sesungguhnya adalah gimana punya sepasang, biar tenang dan gak penasaran, itu aja sih.

Tapi selama kehamilan tetap senang luar biasa, lahiran pun ketika lihat bayinya lucu banget, tak berdaya, perasaan sayang itu sudah sangat besar melebihi keinginan punya anak lelaki dulu sebagai anak pertama. I love her, I love her mother. Persetan anak lelaki dan anak perempuan, sama saja. Mereka butuh kasih sayang dan saya harus jadi orang tua yang keren buat mereka.

Setelah anak pertama berusia satu tahunan, karena sebuah insiden, wkkk..yang menyebabkan Ibu Uun hamil kembali. Sebuah insiden betul karena sama sekali tak direncanakan, yang pada saat ini sangat disyukuri betul bahwa adiknya hanya berjarak dua tahun saja.

Kekuatiran untuk jadinya anak perempuan lagi kembali membuncah. Tapi saat itu sudah sangat pasrah, karena awalnya untuk kehamilan kedua ingin diupayakan supaya chance anak lelakinya besar, tapi apa daya masih amatir dalam urusan ranjang akhirnya kejadianlah.

Harapannya muncul ketika memasuki usia ke sekian minggu ketika dokter memberi tahu bahwa kemungkinan besar adalah anak lelaki. Dan jika di USG 4D ini lelaki, kecil banget kemungkinan berubah ketika lahir. Emang bisa berubah?banyak kasus iya, karena pertama alat USG nya yang masih hitam putih, lalu ketika USG titidnya tidak kelihatan di layar jadinya. USG hitam putih itu saya pikir harus segera dibinasakan karena benar-benar gak jelas.

Sembilan bulan kemudian lahir lah anak lelaki yang lelaki banget dari warna kulitnya, hahaha. Jauh banget sama anak pertama, tapi ternyata sayangnya sama aja. Anak itu anugrah jadi rasa cinta dan sayang itu saya pikir setelah punya dua jenis kelamin berbeda, sama aja gak ada bedanya. Sekarang dia jadi anak kecil yang lelaki banget walaupun punya kakak perempuan yang perempuan banget. Saya pikir saya dan partner cukup sukses jadi orang tua sejauh ini. 😀

Jadi, gimana rasanya? Rasanya lengkap dan tidak penasaran lagi, itu saja sih, untuk anak ketiga dan mungkin ke empat, apa sajalah. Terkadang saya juga berempati untuk merasakan gimana kalau anak lelaki saja atau anak perempuan saja. Pastinya ada rasa penasaran saya pikir.

FYI: Saya paling against dengan orang bilang punya anak lelaki itu lebih mudah. Pemahaman nenek lu!!! Silakan dipikir lagi deh. Punya anak lelaki, sebagai orang tua kita harus bertanggung jawab untuk mendidik dia dan menjadikan dia seorang kepala rumah tangga yang bertanggung jawab, mandiri, bisa mengayomi keluarganya dan itu tidaklah mudah. Banyak lelaki kini tak bertanggung jawab, sudah nikah tapi masih membebani orang tua. Itu sebuah cobaan yang berat. Tiap anak tanggung jawab sebagai orang tuanya berbeda-beda, camkan itu kisanak wahai para calon orang tua! 🙂

4 thoughts on “Q n A : Gimana rasanya punya anak 2 cewek cowok ?

Leave a Reply