Pengalaman Perpanjang SIM A & C di SATPAS Polresta Bogor

Bagaimana cara perpanjang SIM?Gampang. Buat yang punya SIM dan mauย habis masa berlakunya, ayo segera perpanjang. Karena telat sehari aja tidak dilayani alias dihitung sebagai permohonan penerbitan SIM baru. Emang mau dites lagi? ๐Ÿ˜› Kabar baiknya dua bulan sebelum masa berlakunya habis, kita sudah bisa mengajukan perpanjangan SIM tersebut. Walaupun bentuknya kartu, tapi SIM itu singkatan dari Surat Izin Mengemudi. Untungnya beneran kartu ya, kebayang kan kalau bawa-bawa surat ketika mengendarai kendaraan. WKkkk.

Oke, jadi perpanjangan SIM itu prosesnya gak ribet dan gak makan waktu lama. Saya yang bertempat tinggal di wilayah Polresta Bogor jadinya melakukan proses perpanjangan di SATPAS Polresta Bogor, Kedung Halang. Bagaimana prosesnya?Lanjut baca dibawah.

Mungkin ada yang ingin berkata. Kenapa ga di SIM Keliling. FYI, untuk informasi, dua minggu sebelumnya saya sudah coba, tapi menurut saya lewat SIM Keliling itu lebih ribet. Kenapa?Satu, dibatasi quota. Sehari cuma 50 peserta saja. Dua, untuk dapet quota harus ambil nomor antri dari jam 6. Walaupun mulainya SIM Keliling itu jam 9, dapetin quota-nya dari jam 6 pagi. Makasih deh. ๐Ÿ˜€

#1 Siapkan Berkas di Tukang Fotokopi

Sampe parkiran dalam Polresta Bogor jam 8:00 WIB. Sebelum jauh melangkah ke dalam kantor SATPAS Polresta Bogor untuk perpanjang SIM, mendingan langsung pergi ke tukang fotokopian terdekat. Saya menemukan ada tiga lokasi Fotokopi terdekat. Pertama dipinggir jalan, kedua di Gang tempat klinik pemeriksaan kesehatan, dan ketiga ada sebelah klinik kesehatan. Yang mana? Mana aja sama. Kalau saya kebetulan pilih yang di pinggir jalan raya besar. Langsung aja bilang ke Aa tukang fotokopi “Kang, mau perpanjang” kata saya

“Maaf, bukan Mak Erot disini” untung jawabannya bukan ini.

Lalu dia pun menfotokopi sesuai kebutuhan plus map kuning. Perpanjang SIM A kata si AA pake map kuning, perpanjang SIM C pake map biru. Kalau dua-duanya map kuning juga. Oke bos, bayar! Cring bayar 5 ribu rupiah.

#2 Periksa Kesehatan di Klinik Kesehatan

Sabar, jangan dulu masuk ke kantor SATPAS, percuma nanti disuruh balik lagi kesini. Langkah kedua adalah ke klinik kesehatan yang lokasinya ada di Gang sebelum kantor Polresta Bogor (dari arah Wr. Jambu). Bingung?tanya tukang fotokopi, dia tau ๐Ÿ˜€

Jam 8 pagi sudah buka kliniknya, langsung masuk saja dan ketemu dengan Ibu Dokter yang berjaga. Duh lupa nama dokternya. Disitu periksa tensi, tes buta warna dan ditanya berat badan (*buat wanita, plis jangan dikurangi angkanya). Sama Bu Dokter ditanya keperluannya apa, perpanjangan apa buat baru, juga ditanya map. Nah kan berguna mapnya. Semua hasil pemeriksaan dimasukin ke map. Lanjut bayar ke meja lain di beda ruangan pemeriksaan. Biaya periksa, Cring 30 ribu dan wajib ikut asuransi Bhayangkara, pilih untuk SIM A atau C. Saya pilih SIM C, bayar, cring 30 ribu. Total 60ribu keluar untuk pemeriksaan kesehatan.

#3 Bayar di Loket Pembayaran

Proses perpanjangan di dalam kantor SATPAS dimulai dari sini. Jangan buru-buru ke loket 1 atau loket pendaftaran, dijamin ditolak. Langsung saja ke loket Pembayaran Bank BRI yang ada di SATPAS ini juga. Letaknya paling pojok sebelah kiri. Disitu ketemu mba admin cantik. Untuk perpanjangan SIM A bayar cring 80 ribu dan SIM C cukup cring 75 ribu. Untuk dua SIM total jadi 155 ribu. Map kuning tadi pun distempel. Jebret dicap mba-nya dan bukti pembayaran dilampirkan dalam map.

#4 Masukan Berkas ke Loket Pendaftaran

Disejajaran yang sama, pergi ke loket pendafataran dengan gagah berani (*kan udah bayar), langsung serahkan berkasnya ke Ibu Polwan cantik yang jaga di loket 1.

“Nanti dipanggil lagi ya” jawab Ibu Polwan dengan senyum aduhai.

“Siap Bu”

Lalu tunggu dipanggil. Bisa update status, nge-twit, godain mas-mas sebelah yang nunggu juga atau apapun lah yang tidak melanggar norma hukam dan susila.

#5 Panggilan Datang, Isi Formulir

Setelah bertemu Mba Polwan cantik, saat dipanggil jangan harap ketemu lagi. Ketemu dengan Bapak Polisi yang sudah tidak muda lagi di Loket 3, loket penyerahan berkas lengkap.

“Insan Luthfi Habibi” kata Pak Polisi
“Hadir Pak” kata saya
“Ini isi formulir nya dulu ya” sahut Pak Polisi ramah (*walaupun Bapak-bapak tapi gak nyeremin kok dan gak berkumis tebal)

Pengen jawab “Hati saya kapan diisi, Pak?” tapi takut dikira aneh.

#6 Isi Formulir Sesuai Petunjuk Pengisian

Dari sekian banyak field yang harus diisi, gak perlu semua. Di tempat pengisian formulir (ada goa-nya sendiri, iya mirip goa daripada ruangan), di dindingnya ditempel contoh pengisian. Tinggal ikutin aja. Nah disitu disiapin pulpen kayak di meja Customer Service Bank tapi sayangnya pulpennya banyak yang ga bisa dipake, jadi disarankan bawa sendiri kaya saya bawa sendiri dong. ๐Ÿ˜€

#7 Kembalikan ke Loket 3ย  dan Dapatkan Nomor Antrian Foto

Gak cuma distudio foto yang dapet antrian foto, disini pun dapet. Setelah formulir lengkap diisi, gak lama kemudian dipanggil lagi untuk dapet nomor antrian foto. Setelah dapet nomor antrian, geser ke lokasi Ruang Foto yang beda satu ruangan disebelahnya. Disini saya udah jam 9:15-an. Kurang lebih satu jam lebih untuk sampe proses ini.

#8 Antri Foto

Model antriannya per-batch, satu batch 20 orang. Di ruangan foto nanti ada yang teriak.

“Nomor antrian 1 sampai 20 masuk” sahut suara misterius

Di dalam ruang foto ada ruangan lagi dengan bangku tunggu. Disitu bisa ngobrol sama rekan seperjuangan baik yang perpanjang maupun bikin baru. Jangan lupa ngaca dan rapi-rapi. Walaupun untuk SIM, foto harus tampil maksimal.
Disini akan dipanggil 3 nomor untuk masuk ke ruang foto sesungguhnya. Di dalam ruang foto sesungguhnya dikonfirmasi lagi nama dan alamat, setelah itu sesi foto dan tanda tangan untuk discan dan dimasukan ke SIM kita nantinya.

#9 Penyerahan SIM

Tepat jam 09:35 nama saya dipanggil di loket 4, lokasinya disebelah loket 3 tempat saya tadi menyerahkan formulir kelengkapan berkas. Disitu pastikan lagi data-data yang ada di SIM benar, bisa aja salah ketikan. Lalu tanda tangan di buku serah terima supaya sah. Oiya, ada cring 15ribu buat dapet cover SIM, entah bisa ditawar atau engga. Heuu daaan selesai sudah.

Epilog

Mudah dan cepat tanpa perlu calo atau bantuan. Gak perlu juga ditemani istri, pacar, selingkuhan, gebetan, musuh ataupun pelakor. Semua bisa dilakukan sendiri tanpa harus marah-marah dan sebagainya. Sistemnya sudah diatur dan gak berbelit-belit atau dipersulit kok. Top deh.

Btw, dibandingkan di SIM Keliling, menurus saya sih perpanjang sim di SATPAS lebih cepat dan jelas sistemnya. Jam 9:30 sudah selesai, kalau di SIM keliling baru mulai, itupun harus dateng pagi demi dapet nomor antrian.

Ada beberapa saran sih buat SATPAS Polresta Bogor supaya pelayanan makin kece:

  1. Tempatkan Petugas Informasi di depan. Bisa berdiri atau meja untuk menjelaskan alur prosesnya. Saya gak liat ada bagan untuk mengetahui urutan prosesnya. Jadi yang datang saya perhatikan banyak yang bingung harus kemana. Better ada sih semacam customer service di Bank BCA Juanda itu.
  2. Pastikan Pulpen yang ada di goa pengisian formulir itu nyala semua. Dari yang ada, setengahnya gak bisa dipake sayang banget.

Yang kece dari pelayanan perpanjang SIM di SATPAS Polresta Bogor:

  1. Bapak dan Ibu Polisi-nya ramah-ramah, sudah wajib sih.
  2. Disediakan minuman gelas kemasan. Cukup membantu tanpa harus jajan diluar. Hehe