Office 365 – Powerfull dan Menyenangkan #Menulis29Hari #Hari3

Ketika menebut laptop ini, Lenovo X201 dari tangan penjualnya, memang sudah diinstall OS Windows 7 dan Microsoft Office 2010. Untuk OS-nya sendiri sudah saya coba cek keaslinya. Klaim pedagangnya sih asli, tentu ga langsung percaya. Setau saya jika memang palsu, ketika akses link ke microsoft.com biasanya akan dicek otomatis. Kalau fake, nanti OS kita bakal layarnya cuman hitam aja. Hasilnya setelah mengunjungi situ resmi microsoft ya normal-normal aja. Lalu googling cara untuk cek keasliannya dan download beberapa tools, aman.

Nah masalahnya adalah di aplikasi sejuta umat yang sangat-sangat wajib ada untuk produktifitas bekerja, yaitu Ms Office. Pertengahan bulan Januari akhirnya masa trialnya habis dan aplikasinya tidak bisa digunakan lagi. Pffft..pikir sudah diinstall yang full version. Dengan semangat anti bajakan, saya ga coba untuk install lagi dengan mc office yang crack-an. Walaupun gampang aja tapi kalau sekarang ada perasaan ga enak kalau pakai aplikasi hasil crack. Mending pake yang freeware aja, alternatifnya banyak sih semacam KingSoft, atau OpenOffice atau LibreOffice.

Penasaran dengan Ms Office yang baru berujung pada kunjungan situ ke microsoft. Versi teranyar yaitu office 2016 dan office 365. Hooh. Apa bedanya?selain harganya yang beda, tentu saja fitur utamanya. Office 2016 itu selayaknya versi sebelum-sebelumnya, ketika sudah diinstall ya terus terpasang di PC/Laptop tersebut untuk selamanya. Artisnya lisensinya sekali bayar, makanya lebih mahal. Dan juga jika ada Office terbaru misallnya Office 2018, lisensinya tidak berlaku surut. Artinya ya harus beli lagi ga bisa upgrade gratis. Nah itu yang membedakan dengan Office 365.

Di Office 365 walau bayarnya bisa bulanan atau tahunan, tetapi jika ada pembaruan versi maka otomatis gratis untuk upgrade ke versti terbarunya. Fitur lainnya adalah bisa sync ke berbagai platform office di device lainnya semacam tab dan smartphone. Gambarannya jadi bisa bekerja dengan office dimanapun dan semua terintegrasi. Bahkan jika lupa bawa laptop, bisa aja pinjem laptop temen lalu bekerja di cloud, tapi asalkan filenya juga di cloud ya. Nah untuk itu sudah disiapkan kuota di OneDrive, penyimpanan cloud dari microsoft tandingannya Google Drive. Microsoft mengalokasikan 10GB Free Storage untuk pelanggan 365.

Saya pun coba menginstallnya dengan sebelumnya membelinya. Sebulan sekitar 80ribuan, atau kalau langsung setahun lebih murah lagi sekitar 800rban IDR ya. Setelah beli untuk sebulan dan perpanjang otomatis, saya pun download installer setupnya. Seperti kebanyakan aplikasi zaman sekarang, installnya on the fly. Hehe. Maksudnya file installer setupnya sih kecil, Cuma beberapa mega byte tapi setelah itu dia akan download via internet untuk setup dan installasi selanjutnya. Kurang lebih akan memerlukan sekitar 800MB bandwidht yang dibutuhkan. Pastiin aja kuota internetnya cukup. *duh kapan bebas dari kuota internet* 😛

Impresi setelah install adalah “Gilak ini aplikasi smooth banget, dan kaya akan fitur” Muahahaha. Serius user experience nya dapet banget. Setiap ketikan ibarat lagi ngunyah marsmellow, lembuuuut banget sampe rasanya pengen ngetik terus. *lah jadi tukang ketik* :p. Sepintas ga jauh beda dengan Office 2007, atau yang udah pake 2010 atau 2013 ya ga jauh bedalah. Dan tulisan ini ditulis ga di blog tapi pake Office 365 yang sudah diintegrasikan ke engine WP blog saya. Hoho. Wajib coba deh!

Catatan : kalau mau coba sebulan, bisa banget dan gratis, langsung aja kunjungi situs resminya. J