Kopdar Blogor ft Ayam Madu SiBangkong – Si Manis Menggigit

Ayam Madu Sibangkong, dari judulnya susah-susah gampang menebak seperti apa makhluk ini. Untuk frase Ayam Madu, okelah ini akan relatif mudah ditebak, lalu kata terakhir “Sibangkong” dijamin membuat setiap orang yang mendengarnya mengerutkan dahi. Apakah ini ayam campur suike alias kodok, atau nama tempat, atau hanya sebuah nama yang menghiasi frase demi sensasi penasaran para pencita rasa kuliner?! #tsah

Kopdar Blogor ft Ayam Madu SiBankong
Kopdar Blogor ft Ayam Madu SiBankong

 

Awal tahu Ayam Madu Sibangkong bermula dari kopdar blogger bogor yang sudah lama tak terlaksana. Seperti sebuah coklat ditengah mood yang jelek, tawaran untuk kopdar disambut hangat seluruh lapisan masyarakat blogger bogor yang menamakan dirinya Blogor. Arit menyambit, ternyata seorang food bloger senior Kang Banyumurti menawarkan tempat Ayam Madu Sibangkong untuk tempat kopdar. Bermula dari pengumuman kopdar inilah rasa menggelitik dan penasaran akan menu Ayam Madu Sibangkong bertumbuh, dan tentu tawaran untuk mencicipi secara gratis menu andalan Ayam Madu Sibangkong menambah semangat untuk datang. #mukagratisan :p. Selain temu kangen juga bisa menambah perbendaharaan kuliner enak di kota tercinta.

Hari itu kopdar diawali dengan cuaca yang mengharu biru semenjak malam. Pagi pun cuaca masih menyuruh setiap orang di semesta untuk menarik kembali selimutnya demi menghangatkan hati #eh yang mungkin saja sedang gundah. Tetapi cuaca pagi itu tidak menyurutkan tekad saya untuk datang. Ada secercah rindu bertemu orang-orang dengan kesukaan sama, mengetik! Dan sekali lagi, penasaran dengan apa itu makhluk Ayam Madu Sibangkong.

Di Bogor, Ayam Madu Sibangkong menyapa di Jalan Sancang No 7E (peta disini). Lokasinya strategis, kalua dulu sempat booming Sop Duren Lodaya, nah tidak jauh dari situ, lebih kedalam lagi adalah lokasi Ayam Madu Sibangkong. Angkot yang melalui Ayam Madu Sibangkong hanya satu yaitu 05 dengan trayek Ramayana – Cimahpar. Letaknya sendiri ada di sebuah ruko dengan desain ruangan ala tempat makan umumnya, meja kayu yang buat saya pribadi nyaman. J

Saya datang tepat pukul 10, disana sudah menunggu Om Hendra yang hujan-hujanan naik motor. Tak lama kemudian datang LO dari Blogor, yaitu Kang Banyumurti. Cuaca pagi itu memang agak menghambat beberapa orang untuk bisa hadir. Selanjutnya lalu berdatangan rekan-rekan Blogor yang lain. Menyenangkan Pak Ketua Blogor hadir, Kang Unggul, lalu ada Tante Selvi, Om Anka, Kang Iwan, Kang Otohod pupuhu lama pun hadir, Tante Kian, Om Erfano, duh siapa lagi ya lupa, banyaklah.

Acaranya sendiri dimulai ngaret, sekitar jam 11, yaitu diawali oleh sang owner Ayam Madu Sibangkong bercerita jatuh bangun usahanya sampai akhirnya membuka cabang di Bogor. Di Bogor sendiri ternyata outlet yang ketiga. Dua lainnya berlokasi di Bandung.

Ayam Madu Sibangkong

Owner Ayam Madu Sibangkong ternyata masih muda, usia akhir 20an. Yang lucu sih ternyata akang owner Ayam Madu Sibangkon satu almamater dengan saya, yaitu sama-sama di IT Telkom Bandung. Saya dan Kang Fajar (nama ownernya) cuman beda angkatan dan jurusan, saya angkatan IF 2005 dan dia di TI 2007. Rupanya usaha ini diawali di kampus kami tercinta. Berlatar belakang usaha ibunya Kang Fajar di bidang catering, akhirnya sebagai anak ia berusaha melestarikan satu menu andalanya yaitu Ayam Madu. Di tahun 2011 dimulailah usah tersebut. Dimulai dari hanya beberapa porsi sehari sampai semakin banyak menggunakan ayam dalam sehari.

Usahanya pun terus dikembangkan. Dengan tingkat kemalasan mahasiswa yang luar biasa, Kang Fajar menangkap kode ini dan lalu memasarkan Ayam Madunya dengan layanan delivery. Karena rasanya yang enak dan murah dikantong, usahanya menjadi semakin berkembang. Singkat cerita, dengan modal investasi dari para alumni yang mencintai Ayam Madu Sibangkon, akhirnya lahirlah outlet kedua yang berlokasi di Jalan Riau Bandung.

Yang menarik adalah asal kata Sibangkong menjadi embel-embel menu Ayam Madunya. Sibangkong, jika dalam Bahasa Indonesia adalah Si Kodok, ternyata adalah julukan untuk ownernya Kang Fajar semasa SMA. Bandelnya sampai dijuluki SiBangkong adalah ketika jaman SMA dia sering berpindah satu sekolah ke sekolah lainnya saat pelajaran. Misalnya di minggu ini dia ikut belakar di SMA 1, minggu kedua ikut masuk kelas di SMA 2, berikutnya lagi di SMA 3, karena sering loncat-locat sekolah akhirnya Kang Fajar dapat julukan Si Bangkong. Ga kebayang deh itu bisa belajar apa engga. :))). Tapi membuat namanya jadi unik bukan?selain rasa yang enak, namanya juga unik. Bisaan!

Selesai bercerita, ayam madu sibangkon pun disuguhkan. Penyajiannya sendiri seperti pecel ayam, yaitu ada ayamnya (ayam madu), lalapan sederhana, sambal dan nasi hangat. Sesuai namanya, ayam madu sibangkong rasanya manis, bumbunya meresap ke dalam. Uniknya adalah lapisan luarnya tetap kering tapi lembut dan manis di dalam. Dan sambalnya pun enak, pueeedes, dan jadinya bisa mengimbangi rasa manis ayamnya. Untuk rasanya sangat pantas dijuluki Ayam Madu. Recommended! 😉

Ayam Madu SiBangkong
Ini Dia Ayam Madu SiBangkong
Menu di Ayam Madu SiBangkong, paling atas itu Kol Goreng!
Menu di Ayam Madu SiBangkong, paling atas itu Kol Goreng!

Jadi buat yang suka mencari kulineran baru di Bogor, Ayam Madu SiBangkong layak dimasukan ke list. Btw, kopdar Blogor kali itu ditutup oleh presentasi dari Kudo, apa itu Kudo nanti saya tulis di tulisan berikutnya.