Weekend kemaren ini saya dikejutkan dengan berita kecelakan yang ternyata sopir penyebab kecelakaan adalah satu almamater kampus. Tepatnya ia mahasiswa ITTelkom angkatan 2012. Beritanya disini nih. Kecelakaan antara Nissan Juke yang masuk jalan berlawanan setelah terbang melintasi pembatas jalan tol Purbaleunyi KM 135+700 menabrak rombongan keluarga dengan mobil Daihatsu Xenia dengan menewaskan 5 orang dan satu korban selamat.

Terbesit dalam pikiran, bagaimana bisa dengan pembatas jalan tol yang ada, mobil bisa terbang melintasi pembatas tersebut. Pastilah mobil dipacu dalam kecepatan tinggi. Polisi nanti mungkin bisa mengungkapnya. Dilihat dari umurnya sopir Muhammda Dwi Agusta yang baru berusia 18 tahun, besar kemungkinan mobil dipacu dalam kecepatan sangat tinggi, apalagi mobil yang dikendarainya mampu untuk itu.

Hasil kekepoan dari teman-teman kampus mendapati bahwa sang sopir maut Dwi Agusta ini baru tidur jam 01.00 dini hari. Ada dugaan kemungkinan mengantuk. Dengan waktu kejadian sekitar tengah hari. Rasanya sih seharusnya sudah cukup tidurnya, apalagi di twitter ia men-tweet baru bangun jam 8 pagi. Artinya sudah 7 jam ia tidur, lebih dari cukup.

Akhir-akhir memang banyak berita kecelakan jalan raya ya termasuk kejadian yang dibahas sebelumnya. Ini seharusnya membuat orang-orang lebih concern akan keselamatan dalam berkendara. Campaign tentang safety driving/riding ini sudah dilakukan beberapa tahun lalu, tetapi sayangnya terasa tidak kurang mengena. Buktinya jalanan masih saja dipenuhi oleh pengendara-pengendara bodoh tidak tahu aturan yang berpotensi bukan saja mencelakakan diri sendiri tapi juga orang lain.

Sialnya di negeri Indonesia yang corrup ini, masalahnya dimulai dari awal sekali yaitu pemberian surat izin mengemudi. Ayo taruhan deh, siapa disini yang ikut ujian SIM dengan jujur?Saya saja hanya SIM C yang didapatkan dengan jujur, SIM A hasil nembak ke calo polisi. :(. Ujian SIM ini seharusnya gerbang awal untuk menfilter siapa saja sih yang layak untuk berkendara di jalanan. Tapi ya tau sendiri ya praktik dilapangan sangat jauh dari harapan.

Jadi harapan satu-satunya adalah kesadaran dari para pemobil dan pemotor itu sendiri. Masing-masing pengendara harus paham safety riding/driving atau berkendara aman. Untuk kursus tentu perlu biaya mahal, alternatifnya tentang safety riding/driving ini bisa dipelajari sendiri dengan berbagai sumber di internet.

Hal-hal simpel seperti cara berbelok, menggunakan lampu sign, lampu hazzar, prioritas di jalanan, posisi berkendara seharusnya sudah sangat dipahami oleh para pengendara. Kesiapan kendaraan juga perlu diperhatikan, mulai dari tekanan angin di ban sampai ke kesehatan kendaraan itu sendiri. Juga kesiapan mental pengendara, faktor ini juga sangat berperan dalam konsentrasi dalam berkendara. Dua faktor ini yaitu kesiapan kendaraan dan mental pengendara tidak bisa dipisahkan.

Sedikit yang bisa saya bagikan misalnya dalam hal melawan kantuk saat berkendara. Ngantuk merupakan hal yang manusiawi, namun ketika berkendara, bila tidak dapat menanganinya maka hal-hal yang tidak diinginkan besar kemungkinan terjadi. Satu detik hilang kesadaran, hal besar bisa terjadi.

Idealnya, lama berkendara adalah 2-3 jam lalu berhenti untuk istirahat. Namun bagaimana dong jika sudah seperti itu tapi tetap mengantuk?Beberapa trik ini biasanya saya lakukan jika mengantuk.

  1. Setel musik lalu ikutlah bernyanyi alias karokean. Tujuannya adalah ketika bernyanyi, terutama lagu-lagu dengan beat yang tinggi maka adrenalin meningkat yang juga efektif untuk menjaga kesadaran ketika berkendara. Jadi siapin selalu lagu favorit.
  2. Makan perment mint. Tips yang berasal seorang teman yang kurus safety riding ini lumayan juga membantu. Perment mint seperti menthos, fisherman friend membantu otak ini tetap terjaga.
  3. Minum kopi/energi drink. Ini sih saya jarang lakukan karena efeknya tidak terlalu nyata dan biasanya hanya sesaat.
  4. Ngebut. Ya ngebut, dalam artian tidak memacu mobil dalam keadaan konstan namun dengan sesekali berakselerasi atau dengan kecepatan bervariasi. Namun trik ini hati-hati ya, tetep safety dalam melakukannya. Kenapa ini biasa saya lakukan baik di mobil maupun di motor adalah dengan “sedikit” ngebut ini kita pasti lebih aware dan adrenalin terpacu, saat itu maka kesadaraan dari kantuk akan pulih. Jika sudah sadar/ga ngantuk ya balik lagi deh ke kondisi normal.
  5. Berhenti lalu senam. Senam yang dimaksud adalah melakukan peregangan, lakukan sekitar 5 menit saja sudah cukup.
  6. Berhenti lalu tidur. Ini yang paling mujarab. Jika di tol harus berhenti di rest area terdekat. Cukup tidur 5-10 menit maka kantuk akan hilang dan tubuh sangat jauh terasa segar.

Semoga tips-nya berguna. Sudah cukup banyak pengedara bodoh di jalanan sana, mari jadi pelopor keselamatan dalam berkendara. Selain kesiapan kendaraan bermotor itu sendiri, kesiapan mental pengendara juga perlu disiapkan. Jangan berkendara ketika mood sedang jelek, sedang marah, banyak pikiran dan lain sebagainya karena semua hal itu akan mempengaruhi konsentrasi dalam berkendara.

Keep safe on the road! Jadilah pelopor keselamatan dalam berkendara! 🙂

4 thoughts on “Keselamatan Berkendara

    1. ilhabibi says:

      paten,hahaha,*koplak ah maneh

  1. IsnaHidaken says:

    Kalau saya, lebih baik berhenti sebentar dan dibawa tidur dulu, karena ini cara yang bagus banget, jadi kita bugar kembali kan

    1. ilhabibi says:

      sepakat dibawa tidur dulu, kalo di tol harus ditahan dulu menunggu rest area terdekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website