Gala Premier Film Hello Goodbye (The Story and Review)

Untuk pertama kalinya gw menghadiri gala premier suatu film ya disini, di gala premier film Hello Goodbye bertempat di Djakarta Theatre pada 22 November 2012 kemarin. Gala premier film itu semacam pemutaran perdana suatu film. Acaranya pasti dihadiri oleh para pemeran, sutradara, produser dan pihak-pihak terkait, dan juga pasti ada press conference-nya.

Datang ke acara kaya gini pasti deh ketemu rombongan artis, kemaren pun begitu, selain yang terkait film misalnya seperti kemaren ada Nicholas Saputra, Hanung Bramantyo, Zaskia Adia Meca, Ari Sihasale, Nia Zulkarnaen,Winky, Kenes dan masih banyak lagi yang gw sendiri ga kenal tapi gw tau mereka sering muncul di layar kaca. Juga sebagai tamu kehormatan ada Bapak Agum Gumelar dan istrinya. Kesan gw ngeliat artis-artis itu adalah sebenernya mereka ga cakep-cakep amat, yang jelas bikin beda yaitu mereka bersih-bersih banget. Ya wajar sih perawatannya jutaan. ­čśŤ

Nonton ini berawal dari seorang teman, Hendra, yang seorang bloger dan anggota Blogor mengajak teman-teman bloger bogor untuk datang ke acara ini. Dia sendiri dapat undangan dari temannya, Kang Arie, orang Falcon yaitu rumah produksi untuk film ini. Undangannya cuman 10, jadi gw termasuk yang beruntung bisa ikutan. Selain gw ada @missjutek, @HARISMaul, @ErfanoNalakiano, Isna dan temannya juga para blogger Depok dan Bekasi. Untuk gala premiere ini, gw bela-belainn deh bawa kendaraan sendiri dari Bogor karena memang kebagian nontonya jam 21.45, udah pasti pulang malem kan.

Ga sah rasanya udah nonton, gratis pula, tapi ga bikin review-nya, jadi ini dia review film Hello Goodbye.

Review Film Hello Goodbye

Poster Film Hello Goodbye

Film Hello Goodbye diproduksi oleh Falcon. Penulis skrip sekaligus sutradaranya adalah Titien Wattimena. Sebelumnya ia lebih dikenal sebagai penulis skrip film yang handal. Film Hello Goodbye sendiri merupakan debutnya sebagai sutradara film.

“Hidup saya dimulai ketika ibu melambaikan tangannya ketika saya pergi”

Semuanya berawal ketika Indah yang merupakan seorang staf KBRI di Busan Korea diberikan tugas untuk mengurusi seorang warga negara Indonesia yang sakit yaitu seorang ABK sebuah kapal yang terkena serangan jantung. Indah yang diperankan oleh Atiqah Hasiholan masih mempertanyakan kehidupannya yang terasa sepi disana. Namun seiring berjalannya waktu, ia yang ditugaskan untuk mendampingi Abimana (Rio Dewanto) seolah belajar tentang arti kehidupan dari diri seorang ABK bernama Abi ini.

Pembelajaran itu bukanlah berjalan mulus, tetapi diawali oleh berbagai konflik selama perawatan Abi berlangsung. Mulai dari Abi yang tidak ingin minum obat, tidak mau makan sampai dengan kerasnya bersikap ia terhadap Indah. Namun lambat laun, keduanya mulai menikmati keberadaan satu sama lain. Sampai ketika Abi sudah dinyatakan sehat dan dapat melanjutkan perawatan di Indonesia mereka dihadapkan kenyataan bahwa mereka harus berpisah dan entah kapan bisa bertemu kembali.

Semua scene ber-setting di Korea, selama film penonton disuguhkan berbagai sudut pemandangan Korea. Di film ini juga ada Eru, penyanyi asal Korea yang berperan sebagai cameo dalam film. Selain itu ia juga mengisi orignal sound track film Hello Goodbye ini.

Mungkin karena penulis skripnya adalah Titien sendiri sehingga cukup banyak quote dalam film yang menarik seperti salah satunya adalah.

“Kalau kamu mengutuk perpisahan, itu sama saja kamu mengutuk pertemuan”.

Terasa sekali bahwa skrip ini digarap dengan baik.

Pendapat gw sendiri terhadap film ini secara kesuluruhan sih kurang menarik karena kebetulan gw ga suka dengan alur yang lambat. Faktanya memang alur film ini lamat banget, konfliknya pun gw bilang sih minim. Sisi plus yang gw liat dari film ini sih lebih ke sinematografi yang bagus banget. Pujian untuk sinematografernya, angle dan komposisi gambarnya benar-benar bagus, selain memang  kota di Korea ini dasarnya memang sudah bagus, hehe.

Acting kedua tokoh utama ini gw akui bagus, mungkin ini juga karena faktor mereka berdua di dunia nyata memang punya hubungan special sehingga chemistry mereka berdua bisa dapet. Sedangkan aktor pendukung lainnya ga terlalu menonjol jadi ya biasa-biasa saja. Beberapa adegan ada yang janggal sih seperti keterkejutan Indah yang sampai menumpahkan makanannya mendengar rekan kerjanya pernah menangani warga Indonesia yang sakit lalu kemudian mati. Tapi masih okelah.

Ketika di rumah sakit, gw pikir para perawat di film ini asli Korea, tapi kabarnya kata temen yang Korean freak (@missjutek), mereka ini terlalu kaku ngomong koreanya sehingga ketahuan deh kalo mereka bukan orang korea tapi orang Indonesia yang berwajah sana. Hehe.

Film ini cocok deh yang suka drama. Cukup banyak pelaharan hidup yang diambil. ┬áJadi tanggal 29 November nanti ketika tayang perdana boleh deh nonton film ini. Buat yang ga suka, siap-siap aja ketiduran di bioskop ya. Haha. Dan bagi penggemar berat Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan akan sangat puas nonton film ini karena hampir 80% scene film ini mereka semua terutama Atiqah. Puas-puasin deh memandang wajah mereka berdua. ­čśŤ

Kesimpulannya ini penilaian gw dalam skala 1-5 :

  • Cerita : 2
  • Skrip : 3.5
  • Sinematografi : 4.5
  • Acting : 4
  • Overall : 2.5

FYI, dari temen gw yg Korean freak juga, dan mungkin ini jawaban dari judul film ini. “Annyeong” dalam bahasa korea bisa digunakan ketika pertama kali bertemu atau saya “Hello” dan juga bisa juga digunakan ketika akan berpisah seperti “Goodbye”. Okey, selamat nonton ya.