Etika Blogger Dalam Undangan Brand

Di era social network yang sudah menjadi keseharian bagi makhluk modern saat ini, menyemat predikat blogger (orang yang memiliki dan menulis blog) adalah sesuatu seksi. Bagi para brand dan media social strategist, blogger sudah ditempatkan layaknya media massa, bahkan mungkin lebih. Masyarakat umum cenderung akan lebih percaya tulisan para blogger karena dianggap lebih jujur dan apa adanya.

Karena posisinya yang seksi di mata masyarakat itu, para brand dan social media strategis dalam kampanye produk dalam bentuk apapun, selalu mengikut sertakan blogger di dalamnya. Undangan demi undangan berdatangan tak pernah sepi. Tawarannya menarik, mulai dari sekedar goodiebag, materi yang oke sampai iming-iming lomba khusus blogger yang dateng dan tentunya doorprize dengan hadiah gadget yang mentereng.

Dalam hal ini kedua belah pihak saling menguntungkan. Pihak brand berharap dengan mengundang blogger maka kampanyenya akan lebih luas lagi secara viral atau istilah dari para social media startegist sebagai word of mouth. Bagi blogger tentu saja selesai dari acara bisa mendapatkan setidaknya materi jika kebetulan berupa ilmu, makanan jika memang misalnya opening restoran, goodiebag dan bila beruntung doorprize yang biasanya sih gadget terkini.

Apapun aktifitas sosial manusia maka dibutuhkan etika. Seperti halnya para blogger ini dalam menyikapi undangan para brand. Etika yang utama adalah ketika sudah di undang dan hadir di acaranya, apapun hasilnya, mereka mengharapkan blogger untuk menulis dan menyebarkannya melalui blognya masing-masing. Maka lakukanlah itu sebagai bentuk penghormatan atas undangan yang telah diberikan.

Reportase atas hasil undangan ini tidak perlu memuji-muji, brand memang mengharapkan yang positif tapi pun jika memang perlu dikritis, maka kritisilah. Brand akan senang mendapatkan masukan dari blogger. Dalam beberapa kasus malah brand akan secara khusus menindaklanjuti temuan tersebut.

Bagaimana jika dalam acara tersebut kita tidak mendapatkan apa-apa. Hmm, etikanya sih walaupun tidak dapat apa-apa, misalnya goodiebag pun tidak ada. Sudah sepatutnya blogger menulis reportase acaranya. Bukankan tugas blogger menulis?Hehe. Blogger yang baik datang ke acara tanpa pamrih. Semua atas dasar satu kesukaan, yaitu menulis.

Selamat jadi blogger yang beretika. 🙂