Cikungunya featuring Typus

Dimulai hari sekitar dua minggu yang lalu, didapati saya yang terbaring lemah bernyawa namun tak bersahaja. Pandangannya sayu bak Nikita Willy sedang disiksa dalam sinetronnya. Suhu badan tak terukur. Bukan saking panasnya tapi karena belum dapat pinjaman termometer saja.
Jadilah saya orang yang merasa paling beruntung dikarenakan tidak harus kerja, tidak harus jadi dendeng kereta. Yak jadilah saya pengamat pertelevisian.
Bukan juga saya berkhianat pada Tuhan karena mempercayai ucapan dokter Vini, tapi saya takut dia marah kalo saya bilang sirik pada Tuhan jika percaya  ucapan dokter itu saya percayai.
Kata ibu dokter yang agak montok itu, diri ini kemungkinan kena tipes dan saat itu baru gejala saja. Beliau menambahkan jika dalam tiga hari masih panas maka segera cek darah.
Tiga hari dilalui dengan berleyeh-leyeh di rumah, nonton comedy magic yang kocak parah dan drama korea dengan pemeran cowok dan ceweknya serasi banget. Keadaan membaik walaupun masih juga demam.
Jumat, karena merasa baikan dan bosan di rumah maka memutuskan untuk pergi ngantor. Di kereta demam naik lagi. Selesai urusan di kantor lalu menuju klinik untul cek darah. Hasilnya ternyata saya divonis terkena cikungunya dan tipes. Wow..nyamuk mana yang beruntung menularkan cikungunya?!
Yah akhirnya disuruh bedrest oleh dokternya. Saya sih nurut aja karena lagi” ga harus kerja.haha. Jadilah berlanjut nonton drama korea dan comedy magic-nya. 😀
Alhamdulillah 4 hari kemudian mulai masuk kantor lagi. Lagi-lagi karena bosa di rumah, kecuali ada nyonya di rumah ya, itu sih pasti betahnya. :p

Leave a Reply