life is journey that you can't rewind

Belajar Tanaman Nusantara

Berkah pandemi Covid-19 gak ketulungan banyaknya, bisa jadi sebanyak kisah sedih yang ada. Tapi ya namanya juga orang Indonesia, selalu bisa cari untung di setiap kesulitan atau musibah yang ada. “Untung aja ada kamu”, “Untung aja masih sisa”, “Untung aja masih ada yang bisa diuntungin”. Dan buat saya pribadi, saya menemukan hobi baru yaitu belajar tanaman nusantara aka belantara. Terlalu luas sih tanaman, keperluan SEO aja, sejatinya spesifik ke tanaman hias.

Saya punya tetangga dan teman main waktu kecil boleh dibilang. Cerita punya cerita pas ronda, ya kebetulan kami satu group ronda di malam minggu. Apa?gak tau ronda itu apa?Dasar orang komplek! Ronda itu jaga keamanan swadaya warga demi mengantisipasi tindak kriminal di wilayahnya.

Oke lanjut, cerita punya cerita dia rupanya sejak 2015 bertani tanaman hias. Dan beberapa bulan terakhir mulai menjual ekspor ke Singapur dengan harga yang bikin saya nahan nafas. Ternyata sebegitu besarnya pasar tanaman hias baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Saya sebagai anak dari orangtua yang bersekolah di SPMA (Sekolah Pertanian Menangah Atas) tentu saja terpantik. Masa iya teman saya bisa, saya tidak bisa.

Riset demi riset pun dilakukan (googling), dan akhirnya menemukan kenikmatan dari tanaman hias ini. Mulai dari prosesnya sampai tanaman itu jadi dalam artian tumbuh dengan subur dan cantik bentuknya merupakan kepuasan tersendiri. Apalagi punya kebun yang sudah banyak tanamannya, wah betah deh walau cuma duduk-duduk saja, adem.

Jadilah sudah semingguan ini mendalami hobi baru ini, saking niatnya saya spend uang cukup banyak untuk menjadikan beberapa space rumah sebagai tempat tanaman hias nantinya. Seperti di depan rumah yang dibuat semacam green house, actually kanopi dengan menggunakan paranet aja sih. Spending cukup banyak lah, dan belum lagi beli-beli tanaman hias yang potensial.

Koleksi pertama saya baru lima spesies yaitu:

  1. Anthurium Crystallinum alias Mba Crysta. Nama bekennya Kuping Gajah.
  2. Philodendron Pink Congo alias Mba Pinkco.
  3. Philodendron Billieteae alias Mas Billie. Punya nama beken Kabel Busi karena warna batannya orange seperti kabel busi.
  4. Philodendron Gloriosum alias Tante Glori.
  5. Philodendron Sodiroi alias Mas Roy.

Hanya ada 7 pot, tapi untuk menebus mereka sudah hampir 2 juta saja. Tanaman hias ternyata punya nilai ekonomi yang tinggi. Di daftar terakhir, si Mas Roy itu dipasaran lokal saja sudah satu jutaan untuk ukuran jelang remaja. Saking langkanya itu tanaman hias, setelah saya posting di IG, langsung ada yang nawar, kalau mau ya saya jual lagi, tapi berhubung ini membudidayakan jadi nanti-nanti sajalah.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.