Hari ini adalah hari ayah nasional, diperingati setiap tanggal 12 November 2019. Hari ayah sendiri baru ada sejak tahun 2016 sedangkan di dunia internasional sudah diperingati sejak berabad-abad yang lalu. Sejarah singkatnya bisa dilihat ditautan berikut ini: https://www.kompas.com/tren/read/2019/11/12/101739565/diperingati-setiap-12-november-ini-sejarah-hari-ayah-nasional?page=all

foto kelaurga belajar menjadi ayah terbaik
belajar menjadi ayah terbaik

Peran ayah kerap terlupakan dalam sebuah keluarga, padahal dalam sebuah keluarga peran ayah sama besarnya dengan peran ibu. Kehilangan sosok ayah bisa berdampak buruk pada perkembangan emosi anak. Anak bisa jadi pemarah, pemberontak atau sebaliknya, pendiam, tidak percaya diri.

Kehilangan sosok ayah ini tidak diartikan ayahnya pergi/meninggal. Ayah ada di rumah pun tapi tidak pernah menampilkan role model seorang ayah yang bijak, bertanggung jawab, penuh cinta kasih kepada ibu, pemberani, percaya diri, itu pun sudah merupakan kehilangan sosok ayah. Atau kasus lainnya ayah berselingkuh lalu ketahuan oleh ibu dan hubungan ayah dan ibu menjadi dingin, itu juga kehilangan sosok ayah yang bisa dipercaya.

Tentu manusia tidak ada yang sempurna, apalagi seorang ayah, banyak noda-noda hitam tak terlihat, sisi-sisi gelap yang tidak ditampakan oleh seorang ayah. Bahwa sempurna itu hanya milik Anda and The Backbone, benar adanya.

Di perjalanan pulang pergi kantor Jakata-Bogor dengan menggunakan bis, ada seorang bapak penjual yang setiap saya perhatikan, saya terharu. Dia berjualan apa saja, dari minyak wangi sampai earphone untuk mendengarkan musik dari handphone. Dia cuap-cuap diatas bis, sementara penumpang ada yang tertidur, ada yang ngobrol, hanya beberapa gelintir saja yang mendengarkan. Dengan nada lembut dia menawarkan barangnya dengan tas digendong di depan. Supaya mudah mengambil barang daganganya.

hari ayah nasional - ayah seorang pedagang asongan

Ia susuri setiap bangku, menawarkan satu persatu penumpang barang dagangannya. Menjelaskan dan memberikan solusi, sungguh sabar sekali. Buat saya hal itu menyentuh hati. Diacuhkan orang-orang, mungkin juga banyak yang memandang rendah, tapi itulah penghidupannya. Saya tidak tahu ada berapa jiwa yang bergantung hidupnya dari seorang sosok ayah berpeci dan berjenggot lebat ini. Anaknya mungkin tidak pernah tau betapa lelahnya bercuap-cuap dalam bisa yang bergoyang. Istrinya mungkin tidak merasakan beban ransel yang berisi barang dagangannya. Sesungguhnya dia adalah pahlawan keluarganya.

Selamat hari ayah nasional wahai ayah-ayah di Indonesia, jadilah ayah terbaik dan terhebat untuk keluarga kecil kalian semua.

2 thoughts on “Ayah yang Terlupakan

  1. MT says:

    Ya Allah, aku gak tau kalo ada hari Ayah. Wah hari ini ya. SiapĀ² mendoakan almarhum ayahanda. Thx

    1. ilhabibi says:

      Siap Kang!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.