7 Januari 2018 : Indahnya Pulau Jawa

Sebelumnya minta maaf karena tidak ada post di tanggal 6 Januari 2018. Itu tidak lain tidak bukan karena waktu yang tidak memungkinkan untuk nge-post disela-sela mudik. Iya mudik, jadi selama tanggal 6 Januari 2018 sampai dengan 7 Januari 2018 saya masi ada di perjalanan mudik dari Jombang ke Bogor. Lebih tepatnya balik mudik kali ya karena ini perjalanan kembali ke rumah. Satu catatan yang selalu diingat ketika melintasi Jawa via Darat adalah betapa indahnya pulau jawa.

Berangkat dari Jombang jam 7 pagi. Setelah drama perpisahan antara anak dan orang tua juga cucu, kami berangkat. Rute hari pertama adalah belum ditentukan. Asli belum ditentukan, kebiasaan kami sih selalu cari jalan yang beda supaya gak bosen. Normalnya adalah Jombang – Kertosono – Nganjuk – Ngawi – Sragen – Solo lalu bebas via Jogja atau Semarang kalau mau lewat utara.

Tujuan awal saya adalah Purwokerto. Kami akan menginap semalam disitu tepatnya di M Griya Hotel sebelum lanjut ke Bogor. Maklum udah tua, nyetir 24 jam udah gak kuat, lagipula kasian duo krucil pasti ga enak. Pagi itu google maps mengarahkan rute via Madian. Lalu saya tanya ke istri.

“Via Madiun nih, jalur baru, lanjut” tanya saya.

“Lanjut doong” (Ibu Uun memang mantabs, gak takut diajak ngebolang)

Klo ga salah ini lagi di tol Cikampek karena happy sampe Bogor gak sampe malem, horaay.

Rute yang ditunjukan google maps adalah Jombang – Kertosono – Madiun – Magetan – Karanganyar – Klaten – Jogja – Melipir Selatan via Jl. Daendless – Kebumen – Banyumas – Purwokerta.

Enaknya bawa kendaraan sendiri adalah ya itu, suka-suka pilih jalur yang disuka. Ternyata kami menemukan setitik surga dunia antara Magetan dan Karanganyar yaitu Sarangan dan Tawangmangu. Lebih khusunya kami sekeluarga jatuh cinta sama Sarangan. Tempatnya baguuuus banget, Sarangan ada di ketinggian, entahlah berapa dpl yang jelas hamparan kota (*mungkin) Madiun dan Jatim secara keseluruhan terlihat dari atas Sarangan. Dan lucunya dekat puncaknya ada sebuah telaga. Kami ga mampir sih tapi terlihat cantik sekali.

Jalan di Sarangan menanjak dan berkelok-kelok seperti jalur di puncak namun tidak ada kebon teh disana. Hanya jejeran warung-warung lesehan yang menjanjikan pemandangan ciamik. Ada juga beberapa tempat yang dibuat kreatif seperti dibuat menara pandang untuk melihat pemandangan. Indah banget.

Indahnya Sarangan. Credit foto to Mas Arifin Hidayat di IG-nya https://www.instagram.com/arifin_hidayat/

 

Saking menariknya dan sepertinya banyak yang bisa dijamah disana seperti objek wisata telaga Sarangan, Cemoro Sewu, beberapa tempat hammock-an di hutan pinus dan udaranya yang sueeejuk kami bertekad kalau mudik lagi harus nginap di Sarangan. Hahaha

Di balik puncak Sarangan ada Tawangmangu, tempatnya sebelas dua belas dengan Sarangan. Poin plusnya adalah banyak tempat seperti cafe yang bentuknya keren-keren. Dasar kreatif ya orang sana. Tapi pemandangan di Tawangmangu gak sehebring Sarangan. Oke juga buat berlibur dan spot yang menarik adalah Gerojogan Sewu. Cukup dicatet untuk tujuan kunjuangan berikutnya.

Untuk urusan kuliner ada yang lucu karena sepanjang dua hari itu yang kami makan serba sate. Wkkk..mulai dari sate di Sukoharjo, Sate Ambal (the best satay so far) sampai ditutup dengan Sate Maranggi di Purwakarta. Indahnya pulau jawa dari catatan perjalanan balik dari Jombang-Bogor yang paling membekas kali ini adalah Sarangan. Pulau Jawa aja yang katanya sudah terlalu pada aja begini indah, apa kabar pulau-pulau lainnya. Wonderful Indonesia. 🙂

Dari perjalan ini ada catatanya yang kemungkinan akan dicatat terpisah, listnya antara lain:

Semoga gak bosen sama catatan ini. 😀

4 thoughts on “7 Januari 2018 : Indahnya Pulau Jawa

    1. emang anaknya ga bisa makan di luar kang?
      anak2 saya juga gak banyak makannya klo lagi traveling kayak gitu. Kudu pilih2 makanan yang mereka selera.

  1. Ngga jauh-jauh emang ya selain sebangsa setanah air ternya sejombang juga hehehe… Jarang banget menikmati pemandangan di jalan gitu apalagi coba-coba jalur baru. Tiap mudik ke jombang hanya saat hari raya, waktu yg singkat, dan ngga kemana-mana :’)

    1. siapa yang orang Jombang.
      klo mertua mah di Jombang juga imigran si pen, bukan aslinya situ tapi memilih tinggal disitu.
      wah sayang banget klo kesana cman ke Jombang doang, Indonesia indah, banyak yg bisa diexplore. Deket2 jombang juga ada kawasan pegunungannya, kepleset dikit (baca:2 jam) udah sampe Batu, Malang. Serulah Jawa Timur.

Leave a Reply